Tampilkan postingan dengan label KKPMT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KKPMT. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Mei 2015

Struktur ICD10-tenth revision volume 1

Strukrur kode dari ICD10 adalah terdiri dari gabungan huruf dan angka (alphanumeric),dengan komposisi 4 karakter ( 1 huruf 3 angka ) dan di tambah symbol “titik” untuk perluasan spesifikasi kode dari 3 karakter ke 4 karakter. Lebih lanjut pada contoh.

Contoh
Diseases of pulp and periapical tissues ( penyakit pada pulpa dan jaringan akar gigi )K10






Perbedaan Diagnosis Utama dan Diagnosis Sekuder

Diagnosis Utama
  • Selalu di tetapkan di akhir perawatan pasien.
  • Diagnosis utama memiliki tanggung jawab utama untuk pasienmenerima segala tindakan perawatan/berbagai bentuk tespemeriksaan
  • Jika terdapat lebih dari satu diagnosis maka dipilih satu diagnosis ygpaling banyak menggunakan resouces (SDM, bahan habis pakai,peralatan medik, tes pemeriksaan dan lain2.
  • Jika tidak ada diagnosis yg bisa dijadikan sebagai diagnosis utamamaka symptoms, abnormal finding or problem dapat digunakan’.

Apa itu Leadterm?

Deskripsi singkat,
“Lead-term”, kata panduan yang harus digunakan, sebagai kata petunjuk lokasi istilah diagnoses di buku indeks alfabetik ICD-10 Volume 3, Lead term dalam ICD-10 volume 3 digunakan untuk mencari indeks yang diletakkan jauh di sisi kiri dari kolom dan kata yang lain (“modifier” atau “qualifier”) pada level yang berbeda pilihan indeks di bawahnya.
Manfaat
Memahami cara memilih dan memanfaatkan ”Lead-terms”untuk digunakan sebagai kata panduan pencari letak istilah diagnosis yang harus dikode di ICD-10 Volume 3, cara mentransfer“lead-terms”istilah diagnoses dalam bahasa Indonesia kedalam ejaan bahasa Inggris yang berlakupada ICD-10 Volume 3 dan Volume 1.

TUGAS KODING (MALE GENITALIA)

1.      Ejaculation: Pengeluaran yang berkekuatan besar dan tiba-tiba; terutama pengeluaran semen dari uretra pria.
2.      Epididymectomi: Pengangkatan epididimis
3.      Epididymis: Struktur memanjang mirip tali di sepanjang tepi posterior testis
4.      Epididymitis: Perangan epididimis
5.      Semen analysis : Pemeriiksaan cairan semen
6.      Sexuality transmitted disease: penyaki menular seksual
7.      Spermatogenesis: pembentukan sperma
Spermat/o : sperma
-Genesis: pembentukan
8.      Spermatolysis: penghancuran sperma
spremat/o: sperma
–lysis: penghancuran

Rabu, 22 April 2015

Terminologi Medis aja

1. Sebutkan 5 istilah yang berhubungan dengan sistem digestive yang menggunakan suffix dan jelaskan analisis istilah tersebut!
Jawaban :
a. Hepatomegaly = Hepat/o/megaly = pembesaran hati
Hepat/hepar : Hati (root) o : combining form megaly : pembesaran (suffix)
b. Cholelithiasis = chol/e/lith/iasis = ada batu pada empedu
Chol/e = empedu(R) lith = batu(R) iasis = kondisi abnormal(S)
c. Gastritis = gastr/itis = peradangan pada lambung
Gastr = Lambung(R) itis = peradangan(S)
d. Pharyngotonsillitis = Pharyng/o/tonsill/itis = peradangan pada pharyng dan tonsil

Pedoman Untuk Pemberian Kode “Kondsi Utama” Dan “Kondisi Lain”

Umum
“kondisi utama” dan “kondisi lain” yang relevan bagi suatau episode perawatan harus dicatat oleh praktisi kesehatan, dan pemberian kode yang terbuka, karena kondisi utama yang dinyatakan harus ditrim bagi pemberian kode dan pengolahan data kecuali hal itu jelas bahwa pedoman yang diberikan diatas sudah tidak diikuti, bila mungkin, suatu catatan kondisi utama yang tidak konsisten atau salah dicatat seharusnya dikembalikan untuk penjelasan. Bila gagal untuk endapatkan klasifikasi peraturan MB1 sampai MB5 (halaman 103-104) akan menolong pemberi kode untuk bekerja dengan penyebab umum tentang pencatatan yang salah. Pedoman dibawah ini digunakan bila pemberi kode tidak jelas tentang kode yang digunakan.

Petunjuk Untuk Pencatatan Informasi Diagnostic Bagi Kondisi Tunggal Data Morbiditas

Dokter yang merawat bertanggungjawab atas pengobatan pasien harus memilih kondsi utama untuk dicatat, sama halnya dengan kondisi lain pada setiap episode perawatan, informasi ini dikelola secara sistematis dengan menggunakan metode-metode pencatatan yang baku. Catatan yang lengkap dan baik penting untuk penanganan pasien yang baik dan merupakan sumber data epidemiologis dan statistic lain yang bernilai, data statistic morbiditas dan masalah-masalah lain dalam perawatan kesehatan

Morbiditas ( Kesakitan )

Pada ICD revisi keenam yang diadopsi tahun 1948 diterima sejumlah permintaan dari administrator kesehatan masyarakat, manajer perawatan kesehatan, pengelola jaminan social dan peneliti dalam berbagai disiplin kesehatan untuk memuat klasifikasi yang sesuai dengan aplikasi morbiditas. Oleh karena itu ICD disesuaikan dengan pengelompokan data kematian, disamping kegunaan tradisiona; dan aspek morbiditas ditingkatkan melalui revisi-revisi. Data morbiditas yang digunakan semakin meningkat dalam formulasi kebijakan dan program

Nature Of Injury ( Kode untuk penyebab luar )

Kode untuk penyebab luar (V01-Y89) digunakan sebagai kode primer untuk kondisi tunggal  dan tabulasi kematian termasuk cidera, keracunan dan akibat dari penyebab luar lainnya.
Kode pada bab apabila disebutkan lebih dari satu macam cidera pada bagian tubuh tunggal XIX (S00-T98) dianjurkan untuk digunakan sebagai kode tambahan identifikasi nsifat cedera dan digunakan pada tabulasi yang relevan. Catatan dibawah ini merujuk pada kode yang telah disebutakan.

Selasa, 21 April 2015

Rule untuk Pemilihan Penyebab Dasar Kematian

Sekuensi (urutan kejadian)

Sekuensi adalah dua kondisi atau lebih yang diisikan pada baris yang berurutan pada bagian I, setiap kondisi merupakan penyebab dari kondisi yang ada di atasnya.
Contoh 1        I (a).Perdarahan varises esofagus
             (b) Hipertensi portal
             (c) Sirosis hepatis
             (d) Hepatitis B

Prosedur Pemilihan Penyebab Dasar untuk Tabulasi Kematian

Kalau hanya satu penyebab kematian yang dilaporkan, maka penyebab ini yang digunakan untuk tabulasi.
Kalau lebih daripada satu penyebab yang tercatat, langkah pertama dalam memilih penyebab dasar adalah menentukan penyakit awal yang berada di baris terbawah dengan menerapkan Prinsip Umum atau Selection Rules 1, 2, dan 3.

PETUNJUK DAN PERATURAN UNTUK KODE MORTALITAS DAN MORBIDITAS

Dalam bagian ini berisi peraturan dan petunjuk yand dipakai World Health Assembly (Majelis Kesehatan Dunia) untuk memilih penyebab tunggal atau kondisi untuk tabulasi rutin sertifikasi kematian dan rekaman morbiditas. Pedoman ini juga diberikan untik aplikasi peraturan dan penentuan kode kondisi yang dipilih untuk tabulasi.
  Mortalitas : Pedoman untuk Sertifikat dan Peraturan Koding
Statistik mortalitas adalah salah satu sumber utama informasi kesehatan dan pada beberapa Negara merupakan data yang paling dapat dipercaya dari semua data kesehatan yang ada.

PEDOMAN DASAR PENGKODEAN

Indeks alfabet berisi berbagai istilah yang tidak ada pada Volume 1, dan pengkodean memerlukan rujukan ke kedua index dan tabular list yang harus dikonsultasikan sebelum kode dapat diberikan.
Sebelum pengkodean dilakukan, pengkode perlu mengetahui prinsip-prinsip klasifikasi dan pengkodean, dan telah melakukan latihan-latihan praktek.
Berikut ini adalah pedoman sederhana yang dimaksudkan untuk membantu pengkode ICD yang bekerja sesekali:

CARA MENGGUNAKAN VOLUME 3

Bagian perkenalan pada Volume 3, yaitu indeks alfabetis ICD-10 memberikan petunjuk cara penggunaannya. Instruksi disitu harus dipelajari secara baik sebelum pengkodean dilakukan. Di bawah ini diberikan uraian singkat mengenai struktur dan penggunaannya.

CARA MENGGUNAKAN VOLUME 1

Pendahuluan

Volume 1 ICD berisi klasifikasi dengan kategori tempat diagnosis dialokasikan, yang memudahkan pencarian dan penghitungan untuk tujuan statistik. Untuk yang menggunakan statistik tersedia definisi mengenai isi kategori, subkategori, dan item daftar tabel yang telah dimasukkan ke dalam tabel-tabel statistik.
Walau pun secara teoritis mungkin saja seorang pengkode akan tiba pada kode yang tepat dengan hanya menggunakan Volume 1, ini akan menyita banyak waktu dan bisa menyebabkan kesalahan

Struktur Dasar Dan Prinsip Klasifikasi ICD

ICD adalah klasifikasi dengan sumbu yang berfariasi. Struktur ICD dikembangkan berbeda dengan yang diusulkan oleh William farr pada hari-hari pertama diskusi internasional tentang struktur klasifikasi. Skema seluruhnya untuk tujuan epidemiologi praktis. Data statistik penyakit digolongkan sebagai berikut :
  • ·         Penyakit epidemic
  • ·         Penyakit konsitusi dan umum
  • ·         Penyakit local yang disusun berdasarkan tempat

Prinsip Umum Klasifikasi Penyakit

Pernyataan wiliam farr (1856) tentang klasifikasi.
Klasifikasi adalah metode generalisasi. Beberapa klasifikasi dapat menggunakan bila digunakan. Sedangkan dokter, ahli pathologi, juri. Dapat mensahkan klasifikasi penyakit dan sebab kematian yang menurut jalan pikirannya terbaik untuk adaptasi fasilitas terhadap pertanyaan yang diajukan dan memberikan hasil secara umum.

Nomenklatur Internasional Penyakit

Pada tahun 1970,th councilforinternational organization of medical science (CIOMS) mulai menyiapkan nomenklatur internasional penyakit (IND) dengan bantuan anggota organisasi dan dibuat 5 jilid nomenklatur sementara yng diterbitkan selama tahun 1972-1974. Beberapa waktu kemudian direalisasi suatu kompilasi nomenklatur internasional dan memerlukan konsultasi yang lebih luas dari anggota CIOMS. Pada atahun1975 IND merupakan proyek bersama CIOMS dengan WHO yang dibimbing oleh tchnical steering komite dari dua organisasi tersebut.

Informasi Penunjang Pada Primary Health Care

Salah satu tantangan strategi global health for all by the year 2000 adalah memberikan informasi yang menunjang primary health care (PHC). Pada Negara tanpa informasi lengkap atau data dengan kualitas rendah, berbagai pendekatan diperlukan untuk mengadopsi suplemen atau mengganti penggunaan ICD konvensional.
Sejak tahun 1970 beberapa Negara lebih memilih mengumpulkan informasi dengan lay personel. Lay reporting diperluas dalam konsep yang lebih luas yang disebut “metode non konvensional”. Metode

Deskripsi Klasifikasi Statistik Internasional Penyakit dan Terkait Masalah Kesehatan (part 2)

2.2.1 Diagnosis terkait klasifikasi
Khusus tabulasi daftar
Daftar tabulasi khusus berasal langsung dari klasifikasi inti, untuk digunakan dalam penyajian data dan untuk memfasilitasi analisis status kesehatan dan tren di tingkat internasional, nasional dan subnasional. Daftar Tabulasi khusus direkomendasikan untuk perbandingan internasional dan publikasi termasuk dalam Volume 1. Ada lima daftar, empat untuk mortalitas dan satu untuk morbiditas (untuk rincian lebih lanjut, lihat bagian 5.4 dan 5.5).