Tampilkan postingan dengan label icd 10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label icd 10. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Mei 2015

Struktur ICD10-tenth revision volume 1

Strukrur kode dari ICD10 adalah terdiri dari gabungan huruf dan angka (alphanumeric),dengan komposisi 4 karakter ( 1 huruf 3 angka ) dan di tambah symbol “titik” untuk perluasan spesifikasi kode dari 3 karakter ke 4 karakter. Lebih lanjut pada contoh.

Contoh
Diseases of pulp and periapical tissues ( penyakit pada pulpa dan jaringan akar gigi )K10






Perbedaan Diagnosis Utama dan Diagnosis Sekuder

Diagnosis Utama
  • Selalu di tetapkan di akhir perawatan pasien.
  • Diagnosis utama memiliki tanggung jawab utama untuk pasienmenerima segala tindakan perawatan/berbagai bentuk tespemeriksaan
  • Jika terdapat lebih dari satu diagnosis maka dipilih satu diagnosis ygpaling banyak menggunakan resouces (SDM, bahan habis pakai,peralatan medik, tes pemeriksaan dan lain2.
  • Jika tidak ada diagnosis yg bisa dijadikan sebagai diagnosis utamamaka symptoms, abnormal finding or problem dapat digunakan’.

KOLABORASI DUNIA MENUJU ICD 11 WHO

ICD (International Classification of Diseases) yang berlaku sekarang adalah revisi 10 edisi 2010.Dari situs resmi WHO sekarang yang tersedia ICD 10 versi online silakan kunjungi ICD 10 online.Tapi perkembangan ICD masih terus berlanjut bahkan di rencanakan tahun 2017 akan di buat ICD 11,pertanyaannya apa yang menarik dari ICD 11.berikut FAQ seputar ICD 11 dan ajakan untuk mengembangkan ICD 10 menuju ICD 11 :


Apa itu ICD ?The International Classification of Diseases ( ICD ) adalah media standarisasi di dunia untuk merangkum data mortalitas dan morbiditas .Yang Mengorganisir  dan menginformasi kode kesehatan yang digunakan untuk statistik dan epidemiologi , manajemen kesehatan , alokasi sumber daya , monitoring dan evaluasi , penelitian , perawatan primer , pencegahan dan pengobatan . Ini membantu

Apa itu Leadterm?

Deskripsi singkat,
“Lead-term”, kata panduan yang harus digunakan, sebagai kata petunjuk lokasi istilah diagnoses di buku indeks alfabetik ICD-10 Volume 3, Lead term dalam ICD-10 volume 3 digunakan untuk mencari indeks yang diletakkan jauh di sisi kiri dari kolom dan kata yang lain (“modifier” atau “qualifier”) pada level yang berbeda pilihan indeks di bawahnya.
Manfaat
Memahami cara memilih dan memanfaatkan ”Lead-terms”untuk digunakan sebagai kata panduan pencari letak istilah diagnosis yang harus dikode di ICD-10 Volume 3, cara mentransfer“lead-terms”istilah diagnoses dalam bahasa Indonesia kedalam ejaan bahasa Inggris yang berlakupada ICD-10 Volume 3 dan Volume 1.

TUGAS KODING (MALE GENITALIA)

1.      Ejaculation: Pengeluaran yang berkekuatan besar dan tiba-tiba; terutama pengeluaran semen dari uretra pria.
2.      Epididymectomi: Pengangkatan epididimis
3.      Epididymis: Struktur memanjang mirip tali di sepanjang tepi posterior testis
4.      Epididymitis: Perangan epididimis
5.      Semen analysis : Pemeriiksaan cairan semen
6.      Sexuality transmitted disease: penyaki menular seksual
7.      Spermatogenesis: pembentukan sperma
Spermat/o : sperma
-Genesis: pembentukan
8.      Spermatolysis: penghancuran sperma
spremat/o: sperma
–lysis: penghancuran

Rabu, 22 April 2015

Pedoman Untuk Pemberian Kode “Kondsi Utama” Dan “Kondisi Lain”

Umum
“kondisi utama” dan “kondisi lain” yang relevan bagi suatau episode perawatan harus dicatat oleh praktisi kesehatan, dan pemberian kode yang terbuka, karena kondisi utama yang dinyatakan harus ditrim bagi pemberian kode dan pengolahan data kecuali hal itu jelas bahwa pedoman yang diberikan diatas sudah tidak diikuti, bila mungkin, suatu catatan kondisi utama yang tidak konsisten atau salah dicatat seharusnya dikembalikan untuk penjelasan. Bila gagal untuk endapatkan klasifikasi peraturan MB1 sampai MB5 (halaman 103-104) akan menolong pemberi kode untuk bekerja dengan penyebab umum tentang pencatatan yang salah. Pedoman dibawah ini digunakan bila pemberi kode tidak jelas tentang kode yang digunakan.

Petunjuk Untuk Pencatatan Informasi Diagnostic Bagi Kondisi Tunggal Data Morbiditas

Dokter yang merawat bertanggungjawab atas pengobatan pasien harus memilih kondsi utama untuk dicatat, sama halnya dengan kondisi lain pada setiap episode perawatan, informasi ini dikelola secara sistematis dengan menggunakan metode-metode pencatatan yang baku. Catatan yang lengkap dan baik penting untuk penanganan pasien yang baik dan merupakan sumber data epidemiologis dan statistic lain yang bernilai, data statistic morbiditas dan masalah-masalah lain dalam perawatan kesehatan

Morbiditas ( Kesakitan )

Pada ICD revisi keenam yang diadopsi tahun 1948 diterima sejumlah permintaan dari administrator kesehatan masyarakat, manajer perawatan kesehatan, pengelola jaminan social dan peneliti dalam berbagai disiplin kesehatan untuk memuat klasifikasi yang sesuai dengan aplikasi morbiditas. Oleh karena itu ICD disesuaikan dengan pengelompokan data kematian, disamping kegunaan tradisiona; dan aspek morbiditas ditingkatkan melalui revisi-revisi. Data morbiditas yang digunakan semakin meningkat dalam formulasi kebijakan dan program

Nature Of Injury ( Kode untuk penyebab luar )

Kode untuk penyebab luar (V01-Y89) digunakan sebagai kode primer untuk kondisi tunggal  dan tabulasi kematian termasuk cidera, keracunan dan akibat dari penyebab luar lainnya.
Kode pada bab apabila disebutkan lebih dari satu macam cidera pada bagian tubuh tunggal XIX (S00-T98) dianjurkan untuk digunakan sebagai kode tambahan identifikasi nsifat cedera dan digunakan pada tabulasi yang relevan. Catatan dibawah ini merujuk pada kode yang telah disebutakan.

Selasa, 21 April 2015

Prosedur Pemilihan Penyebab Dasar untuk Tabulasi Kematian

Kalau hanya satu penyebab kematian yang dilaporkan, maka penyebab ini yang digunakan untuk tabulasi.
Kalau lebih daripada satu penyebab yang tercatat, langkah pertama dalam memilih penyebab dasar adalah menentukan penyakit awal yang berada di baris terbawah dengan menerapkan Prinsip Umum atau Selection Rules 1, 2, dan 3.

PETUNJUK DAN PERATURAN UNTUK KODE MORTALITAS DAN MORBIDITAS

Dalam bagian ini berisi peraturan dan petunjuk yand dipakai World Health Assembly (Majelis Kesehatan Dunia) untuk memilih penyebab tunggal atau kondisi untuk tabulasi rutin sertifikasi kematian dan rekaman morbiditas. Pedoman ini juga diberikan untik aplikasi peraturan dan penentuan kode kondisi yang dipilih untuk tabulasi.
  Mortalitas : Pedoman untuk Sertifikat dan Peraturan Koding
Statistik mortalitas adalah salah satu sumber utama informasi kesehatan dan pada beberapa Negara merupakan data yang paling dapat dipercaya dari semua data kesehatan yang ada.

PEDOMAN DASAR PENGKODEAN

Indeks alfabet berisi berbagai istilah yang tidak ada pada Volume 1, dan pengkodean memerlukan rujukan ke kedua index dan tabular list yang harus dikonsultasikan sebelum kode dapat diberikan.
Sebelum pengkodean dilakukan, pengkode perlu mengetahui prinsip-prinsip klasifikasi dan pengkodean, dan telah melakukan latihan-latihan praktek.
Berikut ini adalah pedoman sederhana yang dimaksudkan untuk membantu pengkode ICD yang bekerja sesekali:

CARA MENGGUNAKAN VOLUME 3

Bagian perkenalan pada Volume 3, yaitu indeks alfabetis ICD-10 memberikan petunjuk cara penggunaannya. Instruksi disitu harus dipelajari secara baik sebelum pengkodean dilakukan. Di bawah ini diberikan uraian singkat mengenai struktur dan penggunaannya.

CARA MENGGUNAKAN VOLUME 1

Pendahuluan

Volume 1 ICD berisi klasifikasi dengan kategori tempat diagnosis dialokasikan, yang memudahkan pencarian dan penghitungan untuk tujuan statistik. Untuk yang menggunakan statistik tersedia definisi mengenai isi kategori, subkategori, dan item daftar tabel yang telah dimasukkan ke dalam tabel-tabel statistik.
Walau pun secara teoritis mungkin saja seorang pengkode akan tiba pada kode yang tepat dengan hanya menggunakan Volume 1, ini akan menyita banyak waktu dan bisa menyebabkan kesalahan

Struktur Dasar Dan Prinsip Klasifikasi ICD

ICD adalah klasifikasi dengan sumbu yang berfariasi. Struktur ICD dikembangkan berbeda dengan yang diusulkan oleh William farr pada hari-hari pertama diskusi internasional tentang struktur klasifikasi. Skema seluruhnya untuk tujuan epidemiologi praktis. Data statistik penyakit digolongkan sebagai berikut :
  • ·         Penyakit epidemic
  • ·         Penyakit konsitusi dan umum
  • ·         Penyakit local yang disusun berdasarkan tempat

Prinsip Umum Klasifikasi Penyakit

Pernyataan wiliam farr (1856) tentang klasifikasi.
Klasifikasi adalah metode generalisasi. Beberapa klasifikasi dapat menggunakan bila digunakan. Sedangkan dokter, ahli pathologi, juri. Dapat mensahkan klasifikasi penyakit dan sebab kematian yang menurut jalan pikirannya terbaik untuk adaptasi fasilitas terhadap pertanyaan yang diajukan dan memberikan hasil secara umum.