Tampilkan postingan dengan label vol 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vol 2. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 April 2015

Pedoman Untuk Pemberian Kode “Kondsi Utama” Dan “Kondisi Lain”

Umum
“kondisi utama” dan “kondisi lain” yang relevan bagi suatau episode perawatan harus dicatat oleh praktisi kesehatan, dan pemberian kode yang terbuka, karena kondisi utama yang dinyatakan harus ditrim bagi pemberian kode dan pengolahan data kecuali hal itu jelas bahwa pedoman yang diberikan diatas sudah tidak diikuti, bila mungkin, suatu catatan kondisi utama yang tidak konsisten atau salah dicatat seharusnya dikembalikan untuk penjelasan. Bila gagal untuk endapatkan klasifikasi peraturan MB1 sampai MB5 (halaman 103-104) akan menolong pemberi kode untuk bekerja dengan penyebab umum tentang pencatatan yang salah. Pedoman dibawah ini digunakan bila pemberi kode tidak jelas tentang kode yang digunakan.

Petunjuk Untuk Pencatatan Informasi Diagnostic Bagi Kondisi Tunggal Data Morbiditas

Dokter yang merawat bertanggungjawab atas pengobatan pasien harus memilih kondsi utama untuk dicatat, sama halnya dengan kondisi lain pada setiap episode perawatan, informasi ini dikelola secara sistematis dengan menggunakan metode-metode pencatatan yang baku. Catatan yang lengkap dan baik penting untuk penanganan pasien yang baik dan merupakan sumber data epidemiologis dan statistic lain yang bernilai, data statistic morbiditas dan masalah-masalah lain dalam perawatan kesehatan

Morbiditas ( Kesakitan )

Pada ICD revisi keenam yang diadopsi tahun 1948 diterima sejumlah permintaan dari administrator kesehatan masyarakat, manajer perawatan kesehatan, pengelola jaminan social dan peneliti dalam berbagai disiplin kesehatan untuk memuat klasifikasi yang sesuai dengan aplikasi morbiditas. Oleh karena itu ICD disesuaikan dengan pengelompokan data kematian, disamping kegunaan tradisiona; dan aspek morbiditas ditingkatkan melalui revisi-revisi. Data morbiditas yang digunakan semakin meningkat dalam formulasi kebijakan dan program

Nature Of Injury ( Kode untuk penyebab luar )

Kode untuk penyebab luar (V01-Y89) digunakan sebagai kode primer untuk kondisi tunggal  dan tabulasi kematian termasuk cidera, keracunan dan akibat dari penyebab luar lainnya.
Kode pada bab apabila disebutkan lebih dari satu macam cidera pada bagian tubuh tunggal XIX (S00-T98) dianjurkan untuk digunakan sebagai kode tambahan identifikasi nsifat cedera dan digunakan pada tabulasi yang relevan. Catatan dibawah ini merujuk pada kode yang telah disebutakan.

Selasa, 21 April 2015

Rule untuk Pemilihan Penyebab Dasar Kematian

Sekuensi (urutan kejadian)

Sekuensi adalah dua kondisi atau lebih yang diisikan pada baris yang berurutan pada bagian I, setiap kondisi merupakan penyebab dari kondisi yang ada di atasnya.
Contoh 1        I (a).Perdarahan varises esofagus
             (b) Hipertensi portal
             (c) Sirosis hepatis
             (d) Hepatitis B

PETUNJUK DAN PERATURAN UNTUK KODE MORTALITAS DAN MORBIDITAS

Dalam bagian ini berisi peraturan dan petunjuk yand dipakai World Health Assembly (Majelis Kesehatan Dunia) untuk memilih penyebab tunggal atau kondisi untuk tabulasi rutin sertifikasi kematian dan rekaman morbiditas. Pedoman ini juga diberikan untik aplikasi peraturan dan penentuan kode kondisi yang dipilih untuk tabulasi.
  Mortalitas : Pedoman untuk Sertifikat dan Peraturan Koding
Statistik mortalitas adalah salah satu sumber utama informasi kesehatan dan pada beberapa Negara merupakan data yang paling dapat dipercaya dari semua data kesehatan yang ada.

PEDOMAN DASAR PENGKODEAN

Indeks alfabet berisi berbagai istilah yang tidak ada pada Volume 1, dan pengkodean memerlukan rujukan ke kedua index dan tabular list yang harus dikonsultasikan sebelum kode dapat diberikan.
Sebelum pengkodean dilakukan, pengkode perlu mengetahui prinsip-prinsip klasifikasi dan pengkodean, dan telah melakukan latihan-latihan praktek.
Berikut ini adalah pedoman sederhana yang dimaksudkan untuk membantu pengkode ICD yang bekerja sesekali:

Struktur Dasar Dan Prinsip Klasifikasi ICD

ICD adalah klasifikasi dengan sumbu yang berfariasi. Struktur ICD dikembangkan berbeda dengan yang diusulkan oleh William farr pada hari-hari pertama diskusi internasional tentang struktur klasifikasi. Skema seluruhnya untuk tujuan epidemiologi praktis. Data statistik penyakit digolongkan sebagai berikut :
  • ·         Penyakit epidemic
  • ·         Penyakit konsitusi dan umum
  • ·         Penyakit local yang disusun berdasarkan tempat

Prinsip Umum Klasifikasi Penyakit

Pernyataan wiliam farr (1856) tentang klasifikasi.
Klasifikasi adalah metode generalisasi. Beberapa klasifikasi dapat menggunakan bila digunakan. Sedangkan dokter, ahli pathologi, juri. Dapat mensahkan klasifikasi penyakit dan sebab kematian yang menurut jalan pikirannya terbaik untuk adaptasi fasilitas terhadap pertanyaan yang diajukan dan memberikan hasil secara umum.

Deskripsi Klasifikasi Statistik Internasional Penyakit dan Terkait Masalah Kesehatan (part 2)

2.2.1 Diagnosis terkait klasifikasi
Khusus tabulasi daftar
Daftar tabulasi khusus berasal langsung dari klasifikasi inti, untuk digunakan dalam penyajian data dan untuk memfasilitasi analisis status kesehatan dan tren di tingkat internasional, nasional dan subnasional. Daftar Tabulasi khusus direkomendasikan untuk perbandingan internasional dan publikasi termasuk dalam Volume 1. Ada lima daftar, empat untuk mortalitas dan satu untuk morbiditas (untuk rincian lebih lanjut, lihat bagian 5.4 dan 5.5).

Deskripsi Klasifikasi Statistik Internasional Penyakit dan Terkait Masalah Kesehatan (part 1)

2.1 Tujuan dan Penerapan
Klasifikasi penyakit dapat didefinisikan sebagai suatu sistem kategori entitas abnormal yang ditandai sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Tujuan dari ICD adalah untuk memungkinkan penganalisisan secara sistematis, interpretasi dan perbandingan data mortalitas dan morbiditas dikumpulkan di berbagai negara atau daerah dan pada waktu yang berbeda. ICD digunakan untuk menerjemahkan diagnosa penyakit dan masalah kesehatan lainnya dari kata-kata ke dalam kode alfanumerik, yang memungkinkan mempermudah penyimpanan, pengambilan dan analisis data.

Dalam prakteknya, ICD sudah menjadi standar Internasional klasifikasi diagnostik untuk semua tujuan kesehatan umum epidemiologi dan banyak manajemen. Ini termasuk analisis situasi kesehatan umum kelompok populasi dan pemantauan kejadian dan prevalensi penyakit dan masalah kesehatan lainnya dalam kaitannya dengan variabel lain, seperti karakteristik dan keadaan individu yang terkait. ICD tidak dimaksudkan atau tidak cocok untuk pengindeksan entitas klinis yang berbeda. Ada juga beberapa kendala pada penggunaan ICD untuk studi aspek keuangan, seperti penagihan atau alokasi sumber daya.