Lokasi ruangan rekam medis harus dapat memberi pelayanan yang cepat
kepada seluruh pasien, mudah dicapai dari segala penjuru dan mudah menunjangpelayanan administrasi. Alat penyimpanan yang baik, penerangan yang baik,
pengaturan suhu ruangan, pemeliharaan ruangan, perhatian terhadap faktor
keselamatan petugas, bagi suatu ruangan penyimpanan rekam medis sangat
membatu memelihara dan mendorong kegairahan kerja dan produktivitas
pegawai. Penerangan atau lampu yang baik, menghindari kelelahan penglihatan
petugas. Perlu diperhatikan pengaturan suhu ruangan, kelembaban, pencegahan
debu dan pencegahan bahaya kebakaran.
Ruangan penyimpanan arsip harus memperhatikan hal-hal berikut :
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Senin, 03 Agustus 2015
Senin, 04 Mei 2015
Apa Itu BPJS ?
sumber:www.antaranews.com
Apa itu BPJS ?
(BPJS ) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial adalah badan hukum publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan social. BPJS terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketengakerjaan.
Apa itu BPJS Kesehatan?
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial( BPJS )Kesehatan adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan
Kapan BPJS Kesehatan mulai operasional?
BPJS Kesehatan mulai opersional pada tanggal 1 Januari 2014
Apa itu BPJS ?
(BPJS ) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial adalah badan hukum publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan social. BPJS terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketengakerjaan.
Apa itu BPJS Kesehatan?
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial( BPJS )Kesehatan adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan
Kapan BPJS Kesehatan mulai operasional?
BPJS Kesehatan mulai opersional pada tanggal 1 Januari 2014
Cara Menggunakan Aplikasi Database Kesehatan DepKes
Aplikasi Database kesehatan,adalah aplikasi berbasis web ,sesuai namanya dengan namanya aplikasi ini berfungsi menyediakan data kesehatan nasional ,yang pada halaman pertama terbagi dalam 4 kategori menu :
1. Data Puskesmas
1. Data Puskesmas
2. Data Kesehatan per Propinsi
3. Data kunker
4. Data kesehatan
Perbedaan Diagnosis Utama dan Diagnosis Sekuder
Diagnosis Utama
- Selalu di tetapkan di akhir perawatan pasien.
- Diagnosis utama memiliki tanggung jawab utama untuk pasienmenerima segala tindakan perawatan/berbagai bentuk tespemeriksaan.
- Jika terdapat lebih dari satu diagnosis maka dipilih satu diagnosis ygpaling banyak menggunakan resouces (SDM, bahan habis pakai,peralatan medik, tes pemeriksaan dan lain2.
- Jika tidak ada diagnosis yg bisa dijadikan sebagai diagnosis utamamaka ‘symptoms, abnormal finding or problem dapat digunakan’.
KOLABORASI DUNIA MENUJU ICD 11 WHO
ICD (International Classification of Diseases) yang berlaku sekarang adalah revisi 10 edisi 2010.Dari situs resmi WHO sekarang yang tersedia ICD 10 versi online silakan kunjungi ICD 10 online.Tapi perkembangan ICD masih terus berlanjut bahkan di rencanakan tahun 2017 akan di buat ICD 11,pertanyaannya apa yang menarik dari ICD 11.berikut FAQ seputar ICD 11 dan ajakan untuk mengembangkan ICD 10 menuju ICD 11 :
Apa itu SIRS dan Fungsi SIRS
Kebutuhan data dan informasi semakin meningkat dan mencakup berbagai aspek,begitu pula dalam bidang kesehatan,khususnya Rumah Sakit ,guna menentukan kebijakan di Bidang Upaya Kesehatan,Rumah Sakit wajib membuat pelaporannya.Pelaporan Rumah Sakit yang baik dan benar bergantung pada data Rumah Sakit ,sehingga di perlukan sebuah sistem manajemen yang mengatur serta mengawasi bagaimana cara mengisi dan mengolah data Rumah Sakit yang lebih di kenal Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit ( SIMRS ) .SIMRS adalah sub bagian paling penting dari SIRS,sehingga SIM-RS bisa juga di sebut Aplikasi Sistem Infromasi Rumah Sakit. lalu apa ituSIRS ? lebih jauh akan di bahas di bawah.
1. Apa Itu SIRS
DEFENISI,FUNGSI,TUJUAN,DAN TUGAS PUSKESMAS
Defini, Fungsi ,Tujuan dan Tugas Puskesmas
POSTED BY REVOLUSI PENDIDIKAN ON 18.20 UNDER ILMU KEPERAWATAN
1. Definisi Puskesmas :
Menurut Depkes 1991,Suatu kesatuan organisasi fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.
2. Fungsi Puskesmas:
Fungsi puskesmas itu sendiri meliputi
a. Fungsi Pokok
1) Pusat pengerak pembangunan berwawasan kesehatan Pusat pemberdayaan
2) masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan
3) Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama
POSTED BY REVOLUSI PENDIDIKAN ON 18.20 UNDER ILMU KEPERAWATAN
1. Definisi Puskesmas :
Menurut Depkes 1991,Suatu kesatuan organisasi fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.
2. Fungsi Puskesmas:
Fungsi puskesmas itu sendiri meliputi
a. Fungsi Pokok
1) Pusat pengerak pembangunan berwawasan kesehatan Pusat pemberdayaan
2) masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan
3) Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama
Kamis, 23 April 2015
Sejarah dan Perkembangan Rekam Medis di Indonesia
Di Indonesia sejarah dan perkembangan rekam medis dijumpai dengan adanya resep-resep jamu warisan nenek moyang yang diturunkan dari generasi ke generasi melalui catatan pada daun lontar dan sarana lain yang dapat digunakan sesuai dengan zamannya. Walapun pelayanan RM di Indonesia telah ada sejak zaman penjajahan, namun perhatian untuk pembenahan yang lebih baik dapat dikatakan mulai sejak diterbitkannya:
Sejarah Perkembangan Rekam Medik Dunia
Rekam medik
sebagai catatan dan ingatan tentang praktik kedokteran telah dikenal orang
sejak zaman palaelolitikum ± 25.000 Sebelum Masehi (SM) yang ditemukan di gua
batu di Spanyol. Di zaman Babylon , pengobat di Mesir, Yunani dan Roma menulis
pengobatan dan pembedahan yang penting pada dinding-dinding gua, batang kayu
dan bagan tabel yang dibuat dari tanah liat yang dibakar. Selanjutnya dengan
berkembangnya hieroglyph (tulisan Mesir kuno) ditemukan catatan pengobatan pada
dinding makam dan candi Mesir serta di atas papyrus (semacam gulungan kertas
yang terbuat dari kulit). Salinan papyrus yang ditulis pada tahun 1600 SM yang
ditemukan oleh Edwin Smith pada abad ke 19 di Mesir masih tersimpan di New York
Academy o f Medicine . Sedangkan di University of Leipzig menyiimpan papyrus
Ebers yang ditulis pada ± 1550 SM yang ditemukan diantara kaki mumi di dekat
Thebes pada tahun 1872.
CONFIDENTIALITY AND INFORMED CONCENT
Perkembangan terkini dalam teknologi telah mengubah pelayanan kesehatan dan sistem yang digunakan untuk merekam dan mengambil informasi kesehatan. Selain menggunakan kertas catatan medis , profesional kesehatan , rumah sakit dan asuransi secara rutin menggunakan komputer, telepon , faks , dan metode atau rekaman lain dan mentransfer informasi . Dalam banyak kasus , informasi ini - yang bisa termasuk diagnosa medis , resep , atau informasi asuransi - sudah tersedia bagi siapa saja ( termasuk administrasi dan staf lain ) yang berjalan dengan mesin fax atau log on ke komputer. Kurangnya privasi memiliki potensi untuk merusak hubungan pasien dengan penyedia dan mempengaruhi kualitas pelayanan . Pasien juga mungkin takut bahwa paparan informasi kesehatan pribadi , termasuk hasil tes genetik yang menjadi semakin tersedia , dapat mengakibatkan hilangnya atau penolakan asuransi kesehatan , diskriminasi pekerjaan atau malu pribadi. Adapun tentang seiring perkembangan zaman untuk menjaga privasi yang baik antara pasien dan pelayanan kesehatan dibutuhkan informed consent. Bagaimanakah pertanggung jawaban dan pelayan kesehatan dengan kerahasiaan dan informed consent ini dalam melayani pasien
KESIAPAN SISTEM REKAM MEDIS PUSKESMAS DALAM MENGHADAPI SISTEM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL TAHUN 2014 DITINJAU DARI ASPEK HUKUM
ABSTRAK
Penyelenggaraan sistem jaminan sosial telah menjadi agenda nasional di negara berkembang yang didasari oleh keadan untuk mewujudkan keadilan social dan terpenuhinya agenda pengembangan social ekonomi. Rencana Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan derajat kesehatan adalah dengan ditetapkannya Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada seluruh lapisan masyarakat pada tahun 2014. Diharapkan dengan diberlakukan Sistem Jaminan Kesehatan seluruh masyarakat akan dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan dalam berbagai tingkatan.
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan Puskesmas sebagai penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional pada tingkat dasar ditinjau dari sistem pencatatan rekam medis.
Dari study literature didapat bahwa sistem rekam medis akan terkendala baik dalam Sumber Daya Kesehatan yang ada di beberapa puskesmas, penyedian sarana dan prasarana, serta pengetahuan petugas terhadap kerahasian informasi dan kelengkapan berkas rekam medis. Hal tersebut apabila dikaji dengan berbagai aspek dapat menimbulkan beberapa permasalahan yang terkait dengan hukum.
Dengan adanya informasi ini diharapkan menjadi masukan dalam menetapkan kebijakan sistem Jaminan Kesehatan Nasional di Indonesia pada tahun 2014.
Proses Perencanaan Kesehatan
oleh: Prof Sekidjo
Di bidang kesehatan proses perencanaan ini pada umumnya menggunakan pendekatan pemecahan masalah (problem solving) Secara terinci, langkah-langkah perencanaan kesehatan adalah sebagai berikut :1. Identifikasi Masalah
Langkah awal dalam perencanaan kesehatan adalah mengidentifikasi masalah-masalah kesehatan masyarakat di lingkungan unit organisasi yang bersangkutan. Sumber masalah kesehatan masyarakat dapat diperoleh dari berbagai cara antara lain :
- Laporan-laporan kegiatan dari program-program kesehatan yang ada.
- Survailance epidemiologi atau pemantauan penyebaran penyakit.
- Survei kesehatan yang khusus diadakan untuk memperoleh masukan perencanaan kesehatan.
- Hasil kunjungan lapangan supervisi, dan sebagainya.
Penyimpanan dan Peminjaman Dokumen Rekam Medis
A. Bank Nomor
Suatu unit pelayanan kesehatan baik rumah sakit maupun sarana pelayanan kesehatan lainnya, biasanya membuat satu ”Bank Nomor” yang akan menentukan sampai dengan nomor tertinggi yang tersimpan dan akan diberikan pada pasien baru mendaftar. Nomor tersusun dan tersimpan didalam komputer secara otomatis dan dilakukan pengontrolan dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana penggunaan nomor dan tanggung jawab pendistribusian nomor diberikan kepada satu orang petugas.
B. Pencegahan salah letak dokumen rekam medis ( Misfile ) dengan kode warna.
Penyimpanan dokumen rekam medis sering kali terjadi kesalahan letak. Hal ini terjadi karena banyaknya dokumen rekam medis yang harus di ambil dan disimpan setiap hari. Untuk mengatasi hal tersebut, maka sistem penjajaran TDF dan MDF dapat diberi kode warna sesuai dengan 2 angka kelompok yang digunakan patokan panyimpanan (untuk TDF 2 angka kelompok akhir sedangkan untuk MDF dengan 2 angka kelompok tengah ). Kodewarna yang dimaksud adalah setiap angka diberi warna tertentu, contohnya :
Perbandingan penomoran langsung, digit tengah dan digit akhir
Petugas R M
|
Penomoran Langsung
|
Digit Tengah
|
Digit Akhir
|
1. Pemilahan
|
Lambat
|
Cepat
|
Cepat
|
2. Distribusi kerja
|
Sulit membagi secara merata
|
Distribusi kerja mudah dibagi secara merata
|
Distribusi kerja mudah dibagi secara merata
|
3. Persiapan panduan berkas
|
Harus dimuktahirkan secara tepat
|
Panduan hanya dibuat sekali saja
|
Panduan hanya dibuat sekali saja
|
4. Trasfer dan pemusnahan
|
Mudah
|
Mudah
|
Sulit
|
5. Mengambil 100 berkas berurtan
|
Mudah dilaksanakan
|
Mudah dilaksanakan
|
Sulit dilakukan
|
6. Menempatkan rekam medis baru dalam rak
|
Semuanya di tempatkan di bagian akhir berkas
|
100 berkas terakhir didisbutrikan merata
|
Semuanya didisbutrikan merata
|
HAL PENTING DALAM PENYIMPANAN
Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat alat penyimpanan :
a. Panjang atau luas ruangan penyimpanan.
b. Perkiraan kebutuhan alat penyimpanan rekam medis untuk 5-10 tahun mendatang.
c. Jarak antara dua buah rak minimal 90 cm dan apabila raknya berhadapan jaraknya 150 cm
Senin, 30 Maret 2015
Aplikasi Primary Care (P-Care)
Aplikasi Primary Care atau lebih dikenal P-Care merupakan
sistem informasi pelayanan dasar berbasis web ( web base) dibangun sebagai alat
untuk mendukung bisnis proses menginput sekaligus menagihkan pelayanan BPJS
Kesehatan non Kapitasi pada Faskes I Aplikasi ini dapat dijalankan pada IP
Publik (Internet, Modem) dimana untuk mendapatkan Info tersebut, user di setiap
Faskes I dapat menjalankan aplikasi ini dengan menggunakan fasililitas jaringan
internet dengan mengakses http://P-Care.bpjs-
kesehatan.go.id/P-Care/
Langganan:
Postingan (Atom)

